Peta interaktif, profil 84 dapil, dan simulasi kursi dari hasil resmi KPU, siap dipakai tim pemenangan. Netral untuk semua partai, dengan setiap angka tertelusur ke sumbernya.
Rekapitulasi Keputusan KPU 504/2024 dan SK 360/2024 tersaji siap pakai. Tiga contoh di bawah digambar dari angka yang sama dengan yang ada di platform.
Selesai dalam satu putaran. Di platform, angka ini terbuka per provinsi, dapil, kecamatan, hingga TPS, berdampingan dengan hasil legislatif di wilayah yang sama.
PPP berhenti di 3,87%, kurang sekitar 197 ribu suara dari ambang, dan selisih itu tersebar di 84 dapil. Cerita semacam ini dapat dibedah per dapil dan per kabupaten di dalam platform.
Kekuatan elektoral tidak tersebar merata. Lebih dari separuh kursi DPR RI terkonsentrasi di Pulau Jawa, sementara sisanya terbagi di enam kawasan lain. Peta koalisi dan strategi nasional mana pun berangkat dari kenyataan ini.
Jawa memegang 306 dari 580 kursi (52,8%) yang tersebar di 39 dapil. Di dalam platform, setiap kawasan bisa dibuka sampai ke provinsi, dapil, dan TPS penyusunnya.
Dengan menghitung ulang pembagi Sainte-Laguë (metode resmi KPU) atas perolehan resmi per dapil (SK 360/2024), terlihat berapa tambahan suara yang dibutuhkan penantang terdekat untuk merebut kursi terakhir. Sebagai gambaran, satu TPS rata-rata berisi sekitar 185 suara sah.
| Dapil | Kursi | Kursi terakhir dipegang | Penantang terdekat | Kekurangan suara |
|---|---|---|---|---|
| JAWA BARAT I | 7 | GOLKAR | NASDEM | 390 |
| KALIMANTAN TIMUR | 8 | PAN | DEMOKRAT | 390 |
| NUSA TENGGARA BARAT I | 3 | PKS | PAN | 449 |
| JAWA TENGAH X | 7 | PKS | PAN | 939 |
| JAWA TENGAH V | 8 | PAN | PKB | 1.246 |
| BANTEN II | 6 | PDIP | DEMOKRAT | 1.425 |
| JAWA TIMUR IV | 8 | GERINDRA | PAN | 1.582 |
| SULAWESI BARAT | 4 | PAN | GOLKAR | 1.854 |
| RIAU II | 6 | PAN | NASDEM | 2.672 |
| KALIMANTAN SELATAN II | 5 | PAN | PDIP | 2.795 |
Platform menghitung posisi seperti ini untuk seluruh 580 kursi, lalu menunjukkan di kabupaten, kecamatan, dan desa mana selisih itu paling mungkin ditutup. Pertanyaannya, kursi Anda termasuk yang perlu dipertahankan atau yang bisa direbut?
Jawa Barat adalah provinsi dengan kursi terbanyak: 11 dapil, 91 kursi DPR RI. Diperbesar per kabupaten, pola yang tak terlihat di angka provinsi langsung terbaca. PKS unggul di kota-kota penyangga Jakarta (Depok, Bekasi, Bogor, Cimahi), Gerindra menguasai poros selatan, Golkar kuat di jalur pantura dan Priangan timur, sementara PDIP bertahan di kantong Cirebon dan Majalengka.
Di dalam platform, zoom tidak berhenti di kabupaten. Dua tingkat lagi tersedia, yakni kecamatan lalu kelurahan/desa, dengan pilihan peta terang, gelap, atau citra satelit. Klik wilayah mana pun untuk membuka hasil empat jenjang pemilu di wilayah tersebut: Pilpres dengan margin, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kab/Kota.
Berikut profil dapil JAWA BARAT X sebagaimana tampil di platform, dengan angka sebenarnya. Dapil Anda memiliki halaman yang sama.
JAWA BARAT X memilih 7 anggota DPR RI dari 1.298.961 suara sah di 8.299 TPS. Di dapil ini PPP justru mengungguli NasDem 2.239 suara dan menang di tiga dari empat kabupaten, namun tetap pulang tanpa kursi. Sebabnya bukan di dapil, melainkan di gerbang nasional: PPP gagal ambang parlemen 4% (3,87%), sehingga seluruh suaranya se-Indonesia gugur dari alokasi. Kursi ketujuh justru jatuh ke NasDem. Inilah interaksi aturan yang mudah terlewat, dan justru yang menentukan.
PPP unggul 2.239 suara atas NasDem, tapi keunggulan lapangan itu tak berarti tanpa lolos gerbang nasional. Kursi terakhir berpindah karena aturan, bukan karena kalah suara.
Kursi ke-7 NasDem itu warisan aturan, bukan basis lapangan. Prabowo-Gibran menang telak di dapil ini (48,7%) dengan limpahan ke caleg yang rendah, sehingga kolam pemilih 02 yang belum terkonversi menjadi rebutan paling terang untuk 2029.
NasDem hanya unggul di Kuningan (7.731 suara); PPP menang di tiga wilayah lain, yakni Ciamis (+1.763), Pangandaran (+6.678), dan Kota Banjar (+1.274). Dominasi lapangan PPP nyata dan terukur, tapi seluruhnya gugur karena partai tak lolos ambang nasional.
Di dapil, tiket berimbang PPP (42.333 + 33.619) mengungguli NasDem yang bertumpu pada satu nama. Namun yang menempati kursi ke-7 tetap Dr. Shohibul Imam (NasDem, 44.453), karena hanya suara partai lolos ambang yang masuk hitungan. K.H. Asep Maoshul (PPP, 42.333), peraih suara caleg tertinggi ketiga di dapil, tak mendapat kursi.
Sebuah kursi bisa lepas karena partai tersandung gerbang nasional, atau karena kalah tipis di margin dapil. Keduanya tampak hanya bila hitungan nasional dan lokal dibaca bersamaan, persis yang platform ini lakukan.
Studi kasus ini menyoroti PPP dan NasDem semata karena keduanya berada di titik penentu kursi terakhir JAWA BARAT X. Analisis yang persis sama, dari posisi ambang nasional sampai margin dapil, tersedia untuk setiap partai di masing-masing 84 dapil, dari sudut pandang mana pun.
Profil dapil memuat perolehan tiap partai dan alokasi kursi dengan pembagi Sainte-Laguë, memakai engine tervalidasi yang mereproduksi persis penetapan 2024. Posisi kursi terakhir, jarak ke kursi berikutnya, dan volume suara yang harus dikejar terbaca dalam satu halaman.
Pilih partai Anda, dan seluruh dashboard dihitung ulang untuk partai tersebut. Dapil kuat, dapil rawan, dan peluang rebut ditandai lengkap dengan alasannya. Bahan penetapan dapil prioritas yang biasanya menuntut kerja tim rekap berminggu-minggu tersaji dalam satu layar.
Perolehan satu caleg dapat diikuti dari total dapil turun ke kabupaten, kecamatan, kelurahan, sampai angka absolut per TPS. Bandingkan dengan Pilpres dan DPRD di titik yang sama. Bila jenjang lain kuat tetapi suara caleg jeblok, persoalannya ada pada figur, bukan pada mesin partai.
Setiap profil dapil memuat caleg terpilih, peringkat suara internal partai, dan analisis kandidat kuat versus tergeser: siapa yang membawa suara sendiri, dan siapa yang selamat karena nomor urut. Bahan yang selama ini menjadi ranah konsultan kini terbuka untuk pengurus.
Klik wilayah mana pun di peta, lalu hasil Pilpres (dengan margin), DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kab/Kota tampil berdampingan. Wilayah yang dimenangkan lawan di satu jenjang tetapi goyah di jenjang lain adalah target masuk yang paling efisien.
Pengurus non-teknis dapat bertanya dalam bahasa sehari-hari, dan Dapil AI menjawab dengan angka dari data yang sama di layar sehingga bisa dicek langsung di tabel dan peta. Cukup dua klik dari peta Indonesia menuju dapil Anda, ukuran teks dapat diperbesar, dan istilah teknis dijelaskan.
Dapil AI memegang snapshot data pemilu nasional. Jawabannya mengutip angka dari dapil atau wilayah yang ditanyakan, dan angka tersebut bisa langsung dicek di tabel serta peta pada layar yang sama. Dapil AI juga memahami konteks halaman, sehingga di profil dapil ia berbicara tepat tentang dapil tersebut.
Total nasional dan per dapil memakai penetapan resmi KPU, yaitu Pilpres dari Keputusan 504/2024 dan DPR RI (termasuk kursi) dari SK 360/2024. Detail per TPS memakai rekap Sirekap KPU. Setiap blok data di platform mencantumkan label sumbernya, dan cakupan real count dilaporkan apa adanya.
Engine Sainte-Laguë telah diuji mereproduksi persis alokasi kursi resmi 2024. Angka direkonsiliasi agar total nasional setara dengan jumlah provinsi dan jumlah dapil, sehingga tidak ada dua versi angka untuk satu pertanyaan.
Platform berjalan di infrastruktur sendiri dengan login per akun. Anotasi dan bahan strategi tim Anda tidak dibagikan lintas klien, dan tidak digunakan sebagai bahan pelatihan model AI.
Kursi-kursi paling tipis di tabel di atas sedang dikejar oleh seseorang. Pertanyaannya, apakah orang itu Anda atau lawan Anda.